LBMNU Karawang Berencana Gelar Bahtsul Masail 28 Januari Mendatang, Bahas Hukum Uang Pelicin Dalam Pendaftaran Calon Karyawan

Ilustrasi Suap (Doc Istimewa)

NU Karawang – Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Karawang masa khidmat 2023-2027 berencana menggelar Bahtsul Masail Addiniyyah Perdana, pada Minggu, 28 januari mendatang di Masjid Agung Syekh Quro, Jl. Alun-Alun, Kel. Karawang Kulon, Kec. Karawang Barat, Kabupaten Karawang.

Ketua LBM PCNU Kabupaten Karawang, KH Muhammad Hamidi mengatakan bahwa dalam Bahtsul Masail perdana ini, tema yang akan diangkat adalah status hukum uang pelicin dalam pendaftaran calon karyawan perusahaan menurut pandangan fiqih.

Beliau menuturkan bahwa pembahasan ini dinilai perlu segera dibahas dan dicari hukumnya secara fiqih, mengingat Kabupaten Karawang merupakan salah satu Kota Industri terbesar di Indonesia.

“Maraknya praktek percaloan dalam hal pendaftaran dan  penerimaan karyawan perusahaan yang terjadi khususnya di Kabupaten Karawang, tentu membutuhkan kejelasan hukum dan tinjauan dalam perspektif fiqih,” jelas kiai Hamidi kepada nukarawang.or.id, Selasa (23/1).

Kabupaten Karawang, sambungnya, banyak memilik pabrik, perusahaan, dan lapangan kerja yang terbuka lebar. Namun demikian sudah menjadi rahasia umum fakta di lapangan bahwa bila ingin menjadi seorang karyawan di satu perusahaan seorang calon karyawan harus menyetor sejumlah uang kepada orang yg mengaku bisa memasukan ke perusahaan tersebut, sekalipun calon karyawan itu putra daerah.

“Kebiasaan ini selain merugikan perusahaan karena orang yg masuk mungkin tidak memiliki kompetensi yg diharapkan, juga secara tidak langsung menghalangi pula orang yang memiliki kompetensi namun dia tidak memiliki dana untuk bayar,” tambahnya.

Di lain sisi, lanjutnya, menurut informasi yang ada, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Kabupaten Karawang telah mengeluarkan kebijakan tentang informasi dan penerimaan tenaga kerja lewat satu pintu. Artinya, lamaran ke perusahaan disampaikan lewat Disnaker yang selanjutnya tes seleksi akan dilaksanakan di kantor Disnaker Karawang.

“Kebijakan ini, sudah diberlakukan terhitung sejak beberapa tahun yang lalu. Tentu kami berharap regulasi ini dapat meminimalisir peluang-peluang kecurangan pendaftaran karyawan lewat uang pelicin tadi,” tegasnya.

Selain itu, kiai Hamidi menjelaskan bahwa Bahtsul Masail ini pihaknya berencana akan mengundang Aktivis Pegiat Diskusi Ilmiah, Para Kiai, Utusan dari MWC NU serta Pesantren Se-Kabupaten Karawang.

“Mudah-Mudahan Hasil dari Bahtsul Masail ini betul-betul dapat menjadi Maslahat untuk masyarakat dan khususnya warga Nahdiyin di Kabupaten Karawang ke depan,” pungkasnya.

 

Pewarta : Riki Baehaki