Dibuka Gratis untuk Umum, Pondok Masuhi Sepatkerep Gelar Khitanan Massal 25 Februari Mendatang

NU Karawang – Jamaah Qolbul Quran Masuhi (MQ2M) Dusun Sepatkerep, Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, berencana menggelar khitanan massal ke-5 yang dibuka secara gratis untuk umum pada 25 Februari mendatang.

Ketua Pelaksana Khitanan Massal KH Muhammad Masroni Al-Amin, menyebut khitanan massal tersebut dibuka untuk umum, siapa dan darimana saja calon peserta yang ingin mendaftar, dipersilahkan untuk mengisi formulir dan membawa persyaratan yang ditetapkan.

“Tanpa dipungut biaya apapun, gratis. Hanya mengisi formulir, bawa KTP orangtua dan Kartu Keluarga, masing-masing dua lembar. Silahkan untuk hubungi kontak yang tertera atau datang langsung ke Pondok Masuhi untuk Mendaftar,” jelas Kiai Masroni saat ditemui nukarawang.or.id di kediamannya, Selasa (9/10).

Bukan hanya gratis, lanjut Kiayi Masroni, panitia juga menyediakan beberapa buah tangan bagi para peserta khitanan massal untuk dapat dibawa pulang, seperti kopiah, baju, sarung, tas, hingga uang saku.

“Sebagai hiburannya, panitia berencana menghadirkan Kang Didin Pendekar Dongeng untuk dapat menghibur peserta khitanan dan menarik minat masyarakat sekitar untuk ikut memeriahkan,” tambahnya.

Dirinya menegaskan bahwa khitanan massal tersebut tidak berhenti pada proses khitan saja. Pihaknya juga bekerjasama dengan Klinik Al-Huda agar dapat membantu proses penyembuhan peserta khitan hingga sembuh secara total.

“Sehingga bila beberapa hari pasca khitan, peserta mengalami pendarahan karena aktifitas berlebih atau faktor lain, peserta dapat mengunjungi Klinik Al-Huda untuk mendapat penanganan lebih lanjut,” tegas kiai Masroni.

Bukan hanya menerima pendaftar dari kalangan anak-anak, pihaknya juga membuka kesempatan bagi peserta yang sudah dewasa, namun belum dikhitan, seperti mualaf maupun yang terlambat disunat.

Selain itu, kiai Masroni menyebut pihaknya juga menerima para pelaku UMKM untuk ikut meramaikan gelaran khitanan massal tersebut. Baik Menjual Makanan, Pakaian, Praktek Bekam, Ruqyah dan lain sebagainya.

Sementara bagi para donatur yang ingin berkontribusi, pihaknya pun membuka pintu selebar-lebarnya. Terlebih kegiatan tersebut dikhususkan bagi masyarakat yang kurang mampu.

“Bagi siapa saja yang ingin menyisihkan hartanya, dengan ikut berdonasi, boleh saja, kita terima. Dengan catatan tidak menjadi ajang politisasi. Kami tidak ingin kegiatan ini dibawa ke dalam ranah politik praktis,” pungkasnya.

 

Pewarta: Mubarok Hidayat

Editor: Riki Baehaki